Menurut Kantor Berita ABNA, Seperti dilaporkan kantor berita resmi Irak, Abdul Wahab al-Saidi, ketua lembaga anti teroris Irak Jumat (22/1/2021) malam menyatakan, unit anti teror di lembaga ini menangkap salah satu teroris yang terkait dengan ledakan Kamis (21/1/2021) di bundara al-Tayaran Baghdad di kota al-Taramiyah, utara Provinsi Baghdad.
Ia menekankan, operasi balas dendam korban terbunuh di ledakan hari Kamis di Baghdad akan terus berlanjut hingga qisas anasir yang mempermudah masuknya teroris ke distrik Bab al-Sharqi di pusat Baghdad serta mengabikatkan ledakan teroris ini.
Operasi ini ditujukan untuk menumpas sisa-sisa kelompok teroris Daesh (ISIS) dan dimulai sejak Jumat pagi atas instruksi panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak dengan diawasi secara langsung oleh lembaga anti teroris. Sementara itu, unit-unit lembaga anti teroris juga dilibatkan dioperasi ini berdasarkan informasi detail dan sesuai dengan instruksi pengadilan.
Terjadi dua ledakan bom teror di Bab al-Sharqi, Baghdad pada Kamis (21/1/2021). Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan Irak, ledakan tersebut menewaskan 32 orang dan menciderai 110 lainnya.
Di sisi lain, Ketua Koalisi Negara Hukum Nouri al-Maliki menuntut penyidikan menyeluruh terkait ledakan di budaran al-Tayaran, jantuk kota Baghdad dan menyatakan, harus jelas dari mana dukungan aksi teror ini dan arsiteknya.
342/